AstridSeptaviani's Blog

Perempuan yang peduli perempuan

Coretan Untuk Dia

source: getty image

source: getty image

Saya selalu percaya ada makna atau alasan di balik sebuah pertemuan, bahkan untuk sebuah pertemuan sesingkat apapun. Seringkali tercipta kenangan, bahkan sejarah dari sebuah pertemuan yang singkat. Bisa jadi manis dan tak terlupa, bisa jadi perih dan penuh pembelajaran.

Hingga detik ini, saya belum bisa menebak, apa makna atau alasan Tuhan mempertemukan saya dengannya, dengan seseorang yang tak pernah terlintas sebelumnya dalam benak saya. Pertemuan yang menjelma menjadi sebuah cerita yang nano-nano.

Terkadang dia memberi luka, kadang dia memberi sejuk, kadang dia memberi teka-teki, dan kadang dia memberi bahagia.

Orang bilang dia lebih garang dari harimau saat mengerang kelaparan. Orang bilang lidahnya lebih tajam dari sebilah pedang berlumur racun mematikan. Orang bilang, dia bisa menjadi mimpi buruk yang menghantui malam demi malammu.

Tetapi orang-orang itu juga bilang, dia bagai kembang api yang memberi warna pada pekatnya langit malam yang hitam. Suaranya yang syahdu selalu berhasil memecah kesunyian dan mematahkan sepi yang memilukan hati.

Aku pun merasakan apa yang mereka rasakan. Dia, hadir menjadi satu paket yang utuh, kita tak bisa memilih bagian mana yang mau dihapus dan bagian mana yang mau dipertahankan. Sekali lagi, dia hadir dalam satu paket.

Lidahnya yang tak bertulang memang setajam pedang yang racunnya cepat menyebar ke seluruh penjuru hati, melumpuhkan kekuatan, memaksa air mata saya jatuh bebas tak terbendung.

Luka demi luka yang dihunuskan pedang tak bertulangnya lama-lama membuat saya terbiasa dan kebal. Racun-racun itu tak sekuat sebelumnya. Ia tak mampu mematahkan lagi kekuatan saya. Hanya mampu memberi bekas yang menghitam. Kini, saya pun telah berdamai dengan berbagai bekas luka, seburuk apapun bentuknya. Saya tak keberatan bekas-bekas luka itu melekat selamanya bersama saya.

Untuk pertama kalinya dalam hidup saya, baik dan buruknya mood seseorang menjadi penentu keberuntungan saya hari itu. Untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya memaksakan diri untuk memahami seseorang secara utuh. Dan tahukah kamu, bahwa ketika kita semakin dalam memahami seseorang ataupun keadaan, maka semakin banyak hal baik dan buruk yang kita temukan.

Hingga detik ini, saya menemukan banyak sekali kebaikan dalam kemasannya yang kurang menyenangkan itu. Untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya merasakan ikatan emosional dengan seseorang yang tak pernah terlintas dalam benak saya sebelumnya.

Untuk pertama kalinya dalam hidup saya, senyum orang asing bisa memercik kebahagiaan dan kebanggaan dalam hati. Untuk pertama kalinya pula saya bisa merasakan (tak hanya melihat) kerapuhan dalam tatapan seseorang.

Saya ingat, akhir tahun lalu, saya menulis beberapa poin resolusi, salah satunya, saya ingin menjadi pribadi yang lebih sabar. Mungkin ini cara Tuhan menjawab resolusi saya. Dengan mengirimkannya sebagai orang asing yang melatih saya banyak hal: kesabaran, kesediaan memahami seseorang (sekalipun saya tak menginginkannya), ketulusan, dan kekuatan seorang perempuan yang rela melakukan segala daya upaya demi mewujudkan apa yang diinginkannya. Sekali lagi, itu baru kemungkinan.

Dia memang orang yang unik. Semua yang melekat padanya sangat sulit dipahami. Tapi kini, saya memiliki keterikatan emosional dengannya, dengan orang asing yang sulit dipahami. Dengan seseorang, yang ceritanya selalu saya nantikan. Dengan seseorang yang tatapannya selalu saya rindukan. Dengan seseorang yang tak memiliki kata untuk mengungkapkan kasih sayang.

Mungkin saya bukan siapa-siapa baginya. Dia pun bukan siapa-siapa bagi saya. Kami tak terikat pertalian darah, selain ikatan rasa yang terkadang hangat layaknya keluarga. Saya tersanjung saat dia menceritakan keunikan saya pada beberapa orang tanpa sepengetahuan saya. Saya suka ketika dia rela sibuk sendiri saat tak ingin merepotkan saya. Saya suka ketika dia tak menyulitkan saya, saat tau betapa buruknya mood saya hari itu. Saya suka ketika dia memeluk saya. Pelukan dari orang asing yang membuat saya merasa nyaman.

Saya tak pernah tau apa alasan sesungguhnya Tuhan mempertemukan saya dengannya. Tapi satu hal yang saya minta, saya ingin kebersamaan ini selalu ada, selalu penuh warna, dan nantinya penuh dengan makna.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Desember 12, 2016 by in Perempuan dan Sosial Sekitarnya and tagged , , , .

The Date Of Today

Desember 2016
S S R K J S M
« Nov   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Cari Tulisan Berdasarkan Bulan

Contact My YM

%d blogger menyukai ini: